Banyak makanan yang baik untuk dikonsumsi, tapi bagi pengidap batu ginjal harus dikurangi, bahkan ditinggalkan. Makanan apa saja ?
Ginjal berfungsi sebagai filter penyaring darah. Ginjal akan mengeluarkan sampah hasil metabolism dan menyerap kembali bahan-bahan yang masih diperlukan tubuh. Peran itu bisa saja terhambat ketika ginjal mengalami gangguan berupa batu ginjal. Bagaimana batu ginjal bisa terbentuk ?
Batu ginjal terbentuk karena terjadinya kristalisasi batuan dalam ginjal. Proses kristalisasi ini bisa berjalan seiring dengan perubahan keasaman (PH) dalam urine. Suasana yang semakin asam biasanya mempermudah terbentuknya batu.
Repotnya lagi , munculnya batu ginjal kadang tidak selalu memeberikan keluhan. rasa sakit akan muncul bila batu merusak jaringan atau terbawa ke saluran kencing dan menyumbat. Sumbatan ini akan menahan air kencing sehingga ginjal membengkak dan sakit.
DETEKSI BATU GINJAL
Beberapa pemeriksaan penting untuk mengetahui adanya batu ginjal adalah dengan pemerikasaan sample urine, darah, dan USG daerah abdomen. Bila diperiksa dilaboratorium , urine penderita batu ginjal biasanya mengandung sel darah merah. Pemeriksan darah berguna untuk mengetahui kandungan ureum, kreatinin dan asam urat. Darah yang normal umumnya mengandung 19-43 mg/dl ureum, 0,8-1,5 mg/dl kreatinin, dan 3,5-8,5 mg/dl asam urat. Kalau kandungannya melebihi batas ambang, merupakan pertanda adanya gangguan ginjal bahkan tingginya kandungan kreatinin daqlam darah merupakan gejala yang mutlak adanya gangguan ginjal.
Pemeriksaan akan lebih lengkap lagi bila dilakukan USG. Emeriksaan ini tidak hanya efektif untuk melihat batu dan posisinya, tetapi juga bisa mendeteksi keadaan lever (hati) kandungan empedu, dan organ-organ lainnya. Pemeriksaan USG pada ginjal tidak berbeda dengan pemeriksaan USG semasa kehamilan. Biayanya pun relative murah.
JENIS BATU GINJAL
Jenis batu yang sering terdapat dalam ginjal ada empat, yaitu kalsium oksalat (70-75%), struvite(20%) asam urat (5%) dan sistin (1%). Biasanya batu kalsium oksalat dan asam urat akan terbentuk karena makanan dan minuman yang banyak mengandung kalsium, oksalat dan ourin. Sedangkan batu struvite sering terjadi karena adanya infeksi di ginjal. Batu sistin akan terbentuk, bila terjadi gangguan metabolisme, dan kelainan ini biasanya bersifat menurun.
Saat ini penyakit batu ginjal menduduki rangking 3 penyebab terjadinya gagal ginjal kronis (urutan pertama dan keduanya adalah peyakit ginjal dan kencing manis). Sebelumnya batu ginjal menempati urutan kedua. Namun seiring dengan penemuan gelombang kejut yang bisa meleburkan batu ginjal, peringkatnya semakin menurun.
BAGAIMANA TERAPINYA ?
Jenis ukuran dan bentuk batu ginjal akan menetukan apakah batu dapaat keluar bersama air seni atau memerlukan terapi tertentu untuk melenyapkannya. Selain itu komponen penyusun batu menentukan juga jenis terapi yang harus di tempuh. Adapun beberapa terapi yang bisa dilakukan antara lain :
- Terapi ‘sapu bersih’
Secara umum batu ginjal berukuran kecil, kira-kira sebesar biji anggur dan berbentuk bulat atau bertepi tumpul bisa keluar bersama air seni. Minum air putih lebih dari 10 gelas perhari mungkin bisa ‘menyapu bersih’ batu dari ginjal dan saluran kemih. Perhatikan air seni anda, apakah terdapat butiran-butiran kecil berwarna coklat, kemerahan, keemasaan, atau hitam yang keluar bersama urine. Jika anda menemukannya, bawalah ke dokter untuk di deteksi. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menentukan jenis diet , terapi serta pencegahannya.
- Terapi obat-obatan
Beberapa jenis batu ginjal, misalnya batuasam urat atau batu sistin, dapat diatasi dengan obat-obatan walaupun tidak digunakan untuk menghancurkan batu kalsium oksalat, biasanya obat-obatan bermanfaat untuk mencegah batu timbul kembali.
- Terapi ESWL
Cara ini ditempuh bila batu tidak keluar secara alami atau tidak hancur dengan obat-obatan. Prosedur ini relative aman dan efektif, karena tidak memerlukan pembedahan. Sebelum terapi ESWL biasanya dilakukan pemeriksaan sinar-x atau USG untuk mengetahui lokasi batu dan hasilnya dipantulkan ke layar monitor. Setelah itu batu ‘ditembak’ sehingga menjadi serpihan-serpihan kecil yang bisa terbukang bersama air seni.
Segera hubungi dokter bila suhu badan meningkat lebih dari 37,5 derajat celcius, timbul nyeri hebat dan tidak dapat diatasi obat pereda sakit, susah buang air kecil, mual atau mengalami pendarahan hebat setelah menjalani terapi ini.
- Operasi terbuka
Operasi ini memerlukan sayatan yang cukup besar. Biasanya tindakan ini dilakukan terhadap batu ginjal yang berukuran lebih dari 2,5 cm atau jumlahnya lebih dari satu. Operasi bedah juga sering menjadi pilihan untuk mengeluarkan batu struvite yang tidak hancur oleh obat-obatan dan ESWL.
PENCEGAHAN
Mungkin beberapa terapi diatas berhasil melenyapkan batu ginjal anda. Namun anda harus tetap waspada dari ancaman batu ginjal baru. Anda harus mengurangi factor-faktor yang dapat memicu terbentuknya batu.
1. Banyak minum air putih, minumlah air sedikitnya tiga liter atau kurang lebih 10 gelas perhari ( dua gelas setiap makan dan dua gelas di antara waktu makan) untuk ‘membilas ‘ zat-zat kimia yang mungkin mengendap di ginjal. Perlu diketahui bahwa air seni yang dikeluarkan tidak kurang dari dua liter perhari. Namun bagi pengidap penyakit jantung, sebelum melakukan cara ini sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, karena banyak asupan air bisa berbahaya.
2. Diet tergantung jenis batunya
- Batu asam urat, kurangi makanan yang banyak mengandung purin seperti daging, jeroan, dan kacang-kacangan.
- Batu kalsium oksalat, kurangi makanan dan minuman yang mengandung kalsium oksalat tinggi seperti susu, keju, cola, coklat, bayam dan kangkung.
- Batu sistin, kurangi makanan yang banyak mengandung methionine seperti ikan
3. Minum obat secara teratur, untuk mencegah terbentuknya kembali batu kalsium oksalat, asam urat atau sisitin. Kadang-kadang diperlukan obat-obatan tertentu. Obat-obatan ini berfungsi menurunkan kadar zat kimia yang mempermudah membentuk batu atau mencegah terjadinya pengendapan dan menjaga keasaman air seni.
4. Control ke dokter secara berkala, lakukan pemeriksaan air seni, darah dan USG, SCR secara berkal. Bagi yang punya keluhan batu ginjal sebaiknya di periksa tiga bulan sekali atau setahun sekali. Melalui pemeriksaan ini dapat diketahui, apakah batu ginjal telah hilang atau belum. Selain itu juga dapat mendeteksi secara dini apabila terjadi pembentukan batu ginjal yang baru.

istri saya sudah setahun diangkat ginjal akibat adanya batu, sehingga ginjal tidak berfungsi lagi. yang menjadi masalah sampai sekarang bekas operasi tetap mengeluarkan cairan seperti nanah kotor dan tidak kunjung sembuh. sepintas istri saya kelihatan sehat tapi pagi dan sore saya harus ganti perban balut lukanya. hal ini sudah berlangsung setahun. saya mohon informasi apa yang harus saya lakukan demi kesembuhan istri saya. terimakasih
Your comment is awaiting moderation.
istri saya sudah setahun diangkat ginjal akibat adanya batu, sehingga ginjal tidak berfungsi lagi. yang menjadi masalah sampai sekarang bekas operasi tetap mengeluarkan cairan seperti nanah kotor dan tidak kunjung sembuh. sepintas istri saya kelihatan sehat tapi pagi dan sore saya harus ganti perban balut lukanya. hal ini sudah berlangsung setahun. saya mohon informasi apa yang harus saya lakukan demi kesembuhan istri saya. terimakasih