Berita tentang kesehatan baru-baru ini dikumandangkan oleh PMI. Bukan berita lucu melainkan berita tentang adanya teknologi baru di seputar dunia transfusi darah. PMI baru-baru ini memesan sebuah mesin terbaru dari Swedia yang akan membantu meringankan tugas PMI dalam memperoleh darah yang dibutuhkan dari para pendonor.
Mesin ini dapat memisahkan dan mengambil trombosit darah tanpa melibatkan orang lain, dimana trombosit tersebut dapat langsung didistribusikan kepada yang membutuhkan tanpa menghabiskan waktu untuk memisahkan bagian-bagian darah tersebut.
Mesin seharga 1 milyar ini dimiliki oleh PMI Surabaya, dan diharapkan dapat dipergunakan untuk seluruh PMI di Indonesia. Teknologi mesin ini menggunakan teknologi Apheresis yang dapat mengambil bagian darah yang dibutuhkan dan mengembalikan sisa bagian darah yang tidak dibutuhkan kepada pendonor.
Jika dengan prosedur biasa dapat menghasilkan 50cc trombosit dari 8 orang pendonor, maka dengan teknologi ini dapat menghasilkan 450cc trombosit dari satu orang pendonor saja dan memerlukan waktu hanya 8 jam saja.
Untuk memperbanyak stok darah di PMI Jawa Timur, selain menggunakan mesin tersebut, PMI juga menjaring pendonor di berbagai pusat-pusat keramaian seperti Mal, di instansi dan masyarakat. PMI juga mendatangi TNI-AL dan memiliki sekitar 250 orang dari TNI-AL tersebut. PMI berharap dapat memberikan pelayanan khusus kepada masyarakat yang membutuhkan darah segar, oleh karena itu PMI berharap dapat menjaring pendonor darah sebanyak-banyaknya.
