Bagi umat agama Islam, sunatan massal, khitanan adalah hal yang umum. Umat beragama Islam memiliki hukum khitan, yakni bagi pria wajib dikhitan. Hal ini adalah bagian dari syariat Islam yang harus dilakukan. Oleh sebab itu, di Indonesia dimana masyarakatnya mayoritas beragama Islam sering ditemui acara sunatan massal. Menurut hukum agama Islam, melakukan khitan dipandang sebagai perbuatan yang mulia, sebagai media untuk menyucikan diri dan bukti ketaatan umat dalam menjalankan ajaran agamanya.
Sebenarnya antara hukum agama dan medis sama-sama memandang khitanan adalah hal baik untuk dilakukan. Selain memenuhi kewajiban agama juga khitan bermanfaat secara kesehatan bagi seorang pria. Oleh sebab itu, bagi pria yang beragama Islam jangan ragu-ragu atau takut untuk menjalankan proses khitan.
Khitan menurut medis memang bermanfaat. Khitan sendiri adalah proses memotong kulit selubung penis sehingga kepala penis terbuka. Dengan dibuangnya kulit penis maka organ kelamin pria ini menjadi lebih bersih karena kulit penis tersebut beresiko sebagai tempat tumbuhnya bakteri. Oleh sebab itu, khitanan dapat mengurangi resiko terkena penyakit pada bagian penis. Selain itu, khitan menurut medis dapat mencegah terjadinya infeksi di saluran kemih dan mengurangi resiko tertular penyakit kelamin seperti HIV atau HPV. Ini adalah manfaat khitanan yang telah diteliti yakni bisa mengurangi sangat banyak.resiko infeksi yang mungkin tertular melalui hubungan seks.
Khitan juga memberikan manfaat dari sudut pandang seksualitas. Para dokter meneliti bahwa pria yang disunat memang mengalami sedikit pengurangan sensitivitas di bagian organ kelaminnya. Namun hal ini justru menjadi sebuah keuntungan terutama bagi orang yang memiliki masalah ejakulasi dini. Para dokter juga mengatakan bahwa pria yang disunat akan lebih menikmati hubungan seks daripada pria yang tidak disunat. Berkaitan dengan pasangan seksual wanita, maka berhubungan seksual dengan pria yang disunat beresiko lebih kecil terkena kanker serviks.
Di masyarakat yang mayoritas beragama Islam ini, proses khitanan biasanya dilakukan saat masih anak-anak yakni sekitar usia 10 tahun. Memang secara medis, lebih baik dikhitan sebelum anak akil baligh. Khitanan pada anak bisa mengurangi resiko perdarahan dibandingkan jika dilakukan saat dewasa. Proses sunat sendiri hanya memakan waktu sekitar 5 menit dan pemulihannya juga paling lama 1 minggu. Bagi keluarga yang ingin anaknya disunat tapi tidak memiliki biaya maka bisa mengikuti sunatan massal. Sunatan massal biasanya gratis karena dilakukan sebagai kegiatan sosial.

Efek psikologis sunat yang paling mengkhawatirkan adalah
Khitanan atau disebut sunat biasanya dilakukan oleh pria. Umumnya dilakukan pada usia masih anak yakni mulai dari 10 tahun yang menandakan anak telah memasuki masa akil balik. Sunat sebenarnya adalah memotong atau membuang kulit penutup depan dari penis. Efek postitif atau tujuan utamanya adalah supaya organ kelamin pria lebih bersih dan terhindar dari kotoran yang mungkin melekat pada kulit tersebut.
Saat ini khitan atau sunat tidak hanya dilakukan oleh kaum Muslimin saja, tetapi sudah banyak dilakukan oleh 