Di Indonesia, orang sunat menjadi hal yang umum. Selain karena kewajiban agama, sunat dipercaya juga berdampak positif bagi kesehatan. Apa sebenarnya sunat itu? Proses sunat atau sering disebut juga khitanan merupakan proses memotong kulit penutup dari organ kelamin pria yakni penis. Bagian kulit yang dipotong adalah kulit yang menutupi ujung zakar atau kepala penis. Dengan menghilangkan kulit penutup penis maka organ kelamin pria dipercaya menjadi lebih bersih karena kulit penutup memang biasanya menjadi sumber kotoran.
Proses sunat biasanya dilakukan saat masih anak-anak sehingga sering dikenal istilah sunat anak. Sunat anak idealnya dilakukan pada saat usia 15 tahun. Pada usia sunat anak ini, pemulihan kondisi kesehatan akan lebih cepat dan rasa sakit akibat disunat juga lebih cepat hilang dibanding sunat pada usia dewasa. Proses sunat biasanya memakan waktu beberapa menit saja.
Ada beberapa proses sunat tergantung dari metode yang digunakan. Salah satunya adalah metode konvensial sekaligus metode yang paling umum. Pada metode ini, proses sunat diawali dengan melakukan pembiusan local di sekitar area yang akan disunat. Proses pemotongan dilakukan dengan memakai pisau bedah. Setelah terpotong, lalu dilakukan penjahitan luka dengan benang jahit yang bisa menyatu dengan jaringan tubuh. Dengan demikian, orang sunat tersebut tidak perlu melepaskan benang jahit.
Metode lonceng adalah proses sunat yang tidak menggunakan operasi. Pada proses sunat ini, bagian kulit yang akan dihilangkan diikat dengan benang operasi kemudian dibiarkan saja sampai ikatan menjadi lunak sehingga kulit terlepas. Kelebihannya memang lebih tidak terasa sakit namum membutuhkan waktu maksimal 2 minggu.
Proses sunat yang juga sering dilakukan adalah metode klamp. Proses sunat dilakukan dengan menjepit bagian kulit yang akan dipotong dengan suatu alat tertentu. Alat penjepit hanya sekali pakai sehingga lebih higienis. Setelah dijepit dalam waktu sebentar kemudian kulit penis dipotong.
Apapun metode yang digunakan dalam proses sunat, orang sunat akan mendapatkan manfaat dari proses sunat yang dialaminya. Selain organ kelamin menjadi bersih, secara seksual orang sunat dapat tercegah dari ejakulasi dini. Selain itu, dengan disunat akan meminimalkan penyebaran penyakit kelamin seperti HIV dan mencegah penyakit kanker serviks bagi perempuan yang berhubungan intim dengannya.

