Posts Tagged ‘foreskin restoration’

Foreskin restoration Mungkinkah?

Berita Medis | Posted by Joko Utomo
Jan 19 2012

Di Indonesia dan di beberapa negara lain, khitanan lebih sering dilakukan pada masa kecil. Namun untuk negara-negara Barat dan Amerika, kebanyakan laki-laki yang melakukan sunat sudah berusia dewasa. Sunat dewasa ini kadang kala menimbulkan masalah terutama yang berkaitan dengan efek psikologi sunat yaitu kenikmatan hubungan badan.

Beberapa orang yang melakukan sunat dewasa merasa menyesal setelah melakukan khitanan. Mereka merasa ketika melakukan hubungan badan menjadi berkurang kenikmatannya. Hal ini mendorong mereka untuk melakukan operasi kembali atau foreskin restoration agar keadaan penisnya kembali pada bentuk semula sebelum melakukan khitanan. Namun hingga saat ini belum ditemukan teknik untuk melakukan foreskin restoration tersebut. Beberapa ahli mengemukakan jika orang yang melakukan sunat dewasa ingin mengembalikan bentuk penisnya seperti semula dapat melakukan operasi dengan menggunakan sistem bedah plastik.

Meski saat ini belum ada dokter atau ahli bedah yang menggunakan sistem bedah plastik untuk melakukan foreskin restoration pada penis, namun hal ini memunculkan harapan baru bagi mereka yang ingin mengembalikan bentuk alat vitalnya setelah melakukan sunat dewasa. Yang menjadi permasalahan dari operasi bedah plastik untuk melakukan foreskin restoration ini adalah kulit yang digunakan. Para ahli kedokteran belum menemukan bagian kulit tubuh yang cocok untuk melakukan operasi ini.

Masalah inilah yang sering menjadi pertanyaan, apakah foreskin restoration dengan menggunakan sistem operasi bedah plastik bisa diterapkan terutama pada orang yang melakukan sunat dewasa. Karena kulit kulup pada penis mengandung sususan syaraf tertentu. Di sini yang menjadi sumber problem utama adalah jika telah melakukan foreskin restoration dengan operasi bedah plastik apakah bisa mengembalikan bentuk kulup secara sempurna seperti sebelum melakukan sunat dewasa. Terutama sekali dengan susunan syaraf tersebut.

Karena meski bisa melakukan foreskin restoration pada orang yang melakukan sunat dewasa, namun operasi bedah plastik ini belum tentu bisa mengembalikan susunan syaraf pada kulit penis pada keadaan seperti sebelum melakukan khitan. Sehingga kenikmatan yang didapat dalam melakukan hubungan badan setelah melakukan foreskin restoration dengan operasi bedah plastik pada orang sunat dewasa ini belum bisa dijamin 100%.