Tentu kita tidak merasa asing lagi dengan istilah sunat atau yang disebut juga dengan khitan. Dalam agama Islam khitan atau dalam istilah medisnya disebut dengan circumcision diwajibkan bagi setiap laki-laki Muslim dan disukai bagi wanita Muslimah. Khitan pada laki-laki adalah memotong kulit yang paling ujung dari kemaluan laki-laki atau yang disebut juga dengan kulup. Pada umumnya, sunat dilakukan ketika masih anak-anak bahkan sebagian orang tua mengkhitankan anak kali-lakinya ketika masih bayi. Namun bagaimana jika seorang laki-laki belum disunat hingga dewasa, mungkinkah dilakukan? Jawabannya tentu saja bisa selama tidak ada hal-hal yang membahayakan keselamatan seperti menderita hemofilia. Pada dasarnya cara sunat untuk pria dewasa sama seperti sunat pada anak-anak, namun ada beberapa perlakuan yang sedikit berbeda pada sunat dewasa.
Pada sunat dewasa, sebaiknya pengantin sunat memilih dokter bedah supaya lebih aman dan steril karena khitan termasuk operasi kecil yang memungkinkan terjadi infeksi. Selain itu karena pembuluh darah pada kemaluan sudah besar maka dikhawatirkan terjadi pendarahan, sehingga lebih baik ditangani oleh dokter yang berpengalaman. Saat ini ada beberapa cara khitan yang bisa dipilih oleh pengantin sunat, di antaranya adalah cara konvensional, laser, dan klamp. Namun cara yang labih dianjurkan adalah cara konvensional karena lebih aman. Caranya yaitu memotong kulup (kulit paling ujung dari kemaluan pria) lalu melipatnya keluar dan terakhir menjahitnya.
Pada sunat dewasa, sebelum proses sunat dilakukan pengantin sunat harus dipastikan tidak menderita hemofilia atau pun hipospadia yaitu lubang kencing berada di bagian bawah penis. Selain itu perlu juga dilakukan tes pembekuan darah di laboratorium untuk mengetahui kecepatan pembekuan darah. Mencukur bulu kemaluan juga diperlukan untuk menghindari terjadinya infeksi. Setelah selesai disunat, pengantin sunat hendaknya tidak memakai celana yang langsung bersentuhan dengan kemaluan karena akan terasa sakit. Masa pemulihan sunat dewasa memang relatif lebih lama karena luka lebih besar. Namun ada cara tradisional untuk membantu mempercepat pemulihannya, yaitu dengan menggunakan daun sirih. Sebelumnya daun sirih dilemaskan dulu dengan cara mengukus atau merebusnya sebentar, setelah dingin baru dibalutkan pada luka bekas sunat. Selain mengandung minyak atsiri, daun sirih juga berfungsi sebagai antiseptik alami.
