Efek positif dan negatif Khitanan (Circumcision) terhadap seksualitas

Berita Medis | Posted by Leoni Putri
Oct 16 2011

efek sunat terhadap seksualitasKhitanan atau disebut sunat biasanya dilakukan oleh pria. Umumnya dilakukan pada usia masih anak yakni mulai dari 10 tahun yang menandakan anak telah memasuki masa akil balik. Sunat sebenarnya adalah memotong atau membuang kulit penutup depan dari penis. Efek postitif atau tujuan utamanya adalah supaya organ kelamin pria lebih bersih dan terhindar dari kotoran yang mungkin melekat pada kulit tersebut.

Hubungan antara seks dan sunat memang masih diteliti lebih jauh. Baru-baru ini hasil penelitian efek sunat terhadap seksualitas menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang sangat signifikan antara orang yang disunat dan tidak terhadap kegiatan seksual, ereksi maupun ejakulasi. Namun memang, pada kebanyakan orang dirasakan ada efek sunat terhadap seksualitasnya.

Salah satunya sunat menyebabkan peningkatan lamanya ejakulasi dan menghindari ejakulasi dini. Hal ini terjadi karena saat disunat, tekstur penis menjadi lebih kasar dan sensitifitas sedikit berkurang sehingga ejakulasi bisa lebih lama dan bisa lebih memuaskan pasangan saat berhubungan intim. Pada beberapa pria, efek sunat terhadap seksualitas dirasa menguntungkannya. Hal ini karena manfaatnya yang membuat penis menjadi lebih bersih, tidak mudah terkena iritasi dan tidak mudah lecet pada saat terjadi gesekan saat berhubungan.

Efek sunat terhadap seksualitas juga bisa berdampak bagi pasangan wanitanya. Sunat akan mencegah penumpukan kotoran berwarna putih yang sering disebut smegma. Kotoran ini sebenarnya tidak berbahaya bagi pria namun bisa berbahaya bagi pasangan wanitanya yang melakukan hubungan seks. Kotoran tersebut bisa masuk ke dalam rahim dan menyebabkan gangguan, infeksi pada rahim bahkan kanker serviks. Oleh sebab itu,sunat akan memberikan rasa lebih aman saat melakukan hubungan seks bagi kedua pihak. Sunat juga akan mengurangi kemungkinan penularan bibit penyakit seksual seperti penyakit kelamin HIV dan penyakit kelamin lainnya.

Tidak hanya efek positif, khitanan juga memiliki dampak negatif. Efek negatif khitanan terhadap seksualitas adalah memungkinkan luka pada organ pria. Pada saat sunat atau pemotongan, bisa saja ujung syaraf ikut terpotong. Akibatnya bisa menyebabkan luka dan ereksi yang tidak menyenangkan akibat benang setelah disunat. Selain itu, akibat sunat sensitivitas penis sedikit berkurang karena kepala penis terbuka langsung dengan udara sehingga lebih terasa kering. Namun meski demikian, nyatanya efek negatif khitanan tidak dirasa sebagai masalah besar bagi kebanyakan pria dewasa. Banyak pria tetapi memilih untuk disunat entah karena alasan kesehatan atau agama.

Resiko dan Efek Samping Khitanan (Circumcision)

Berita Medis | Posted by Noor Isa
Oct 12 2011

efek samping sunatanSaat ini khitan atau sunat tidak hanya dilakukan oleh kaum Muslimin saja, tetapi sudah banyak dilakukan oleh kaum laki-laki di seluruh dunia. Dalam perhitungan, sekitar 30% populasi laki-laki di dunia telah dikhitan. Secara bahasa khitan artinya memotong, yaitu memotong kulit bagian paling ujung dari alat kelamin pria yang disebut dengan kulup. Khitan yang dalam istilah medisnya disebut dengan circumcision masuk dalam kategori operasi kecil dan butuh pembiusan.

Orang melakukan sunat selain karena motovasi agama, juga karena kesadaran akan kesehatan yang didapat dengan berkhitan.Salah satunya mencegah penyakit fimosis yaitu menumpuknya kotoran pada ujung kemaluan laki-laki karena tidak semua kotoran dapat keluar. Namun selain manfaat yang sangat banyak dengan khitan, ada beberapa efek samping sunatan yang bisa dialami oleh orang yang disunat. Efek khitanan biasanya disebabkan karena perlakuan yang tidak benar sebelum ataupun sesudah dikhitan.

Perlu diketahui bahwa resiko khitanan semakin besar jika orang yang akan dikhitan menderita penyakit kelainan pembekuan darah seperti hemofilia baik mayor maupun minor. Selain itu kondisi kesehatan yang kurang baik bisa menyebabkan efek khitanan semakin terasa apalagi pada bayi dan anak-anak. Berikut ini beberapa resiko khitanan dan efek samping sunatan yang bisa terjadi setelah dikhitan :

1. Pendarahan. Salah satu efek khitanan adalah pendarahan pasca khitan. Pada keadaan normal, darah yang keluar setelah dikhitan tidak banyak dan cepat berhenti. Jika terjadi pendarahan bisa disebabkan karena penyakit seperti hemofilia baik mayor ataupun minor, kurangnya trombosit (keping-keping darah) yang berfungsi dalam proses pembekuan darah sehingga darah yang keluar sulit untuk berhenti, atau juga karena benturan atau aktifitas yang berlebihan setelah dikhitan. Oleh karena itu sebelum seseorang dikhitan, sebaiknya dipastikan dahulu kalau orang tersebut tidak menderita hemofilia atau penyakit kelainan pembekuan darah lainnya. Jika perlu periksa golongan darah, CT (Clooting Time) yaitu waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku atau menjendal, dan BT (Blooding Time) yaitu lamanya waktu mulai darah keluar sampai berhenti.

2. Infeksi. Infeksi merupakan resiko khitanan yang sangat mungkin terjadi jika luka bekas khitan tidak di jaga dengan baik. Sebagaimana telah diketahui bahwa khitan termasuk operasi kecil serta meninggalkan bekas luka. Jika bekas luka tersebut tidak terjaga kebersihannya atau terkontaminasi dengan kotoran, maka mungkin sekali terjadi infeksi. Misalnya pada anak-anak atau bayi ketika buang air besar, orang tua harus menjaganya jangan sampai kotoran tersebut mengenai luka khitan. Selain itu jika bayi buang air kecil maka celana atau popoknya harus segera diganti.

3. Salah satu hal yang diduga efek samping sunatan adalah berkurangnya kenikmatan ketika berhubungan suami istri. Namun hal ini tidak terbukti, karena lebih dari 90% laki-laki yang disunat setelah dewasa tidak merasakan hal tersebut. Bahkan sebagian orang justru merasakan sebaliknya.

Oleh karena itu, supaya resiko khitanan tidak sampai terjadi hendaknya orang yang dikhitan mengikuti petunjuk dokter baik sebelum maupun sesudah khitan.

Sunat untuk Perempuan: Apa dan Bagaimana?

Berita Medis | Posted by Noor Isa
Oct 08 2011

sunat perempuanDalam agama Islam, khitan atau yang dikenal juga dengan sunat tidak hanya diperintahkan bagi laki-laki. Wanita pun juga diperintahkan untuk melakukan sunat meskipun tidak sampai tingkat wajib. Khitan perempuan bisa dilakukan pada saat bayi, anak-anak, maupun dewasa. Pada umumnya orang tua mengkhitankan anaknya ketika masih bayi atau anak-anak karena lebih mudah dan cepat sembuhnya. Selain itu biasanya wanita malu untuk melakukan khitan ketika sudah dewasa. Sunat perempuan bisa dilakukan di bidan atau dokter bedah. Tidak seperti sunat laki-laki, khitan wanita lebih sederhana dan cepat.

Pada sunat perempuan tidak perlu dibius dan juga tidak perlu dijahit. Perlengkapan yang diperlukan antara lain gunting untuk memotong, kapas steril, antiseptik, sarung tangan, kain penutup, antibiotik dan pereda rasa nyeri jika dibutuhkan. Jadi pada khitan wanita tidak memerlukan alat yang banyak serta hanya membutuhkan waktu yang singkat. Sebenarnya bagian yang dipotong pada khitan perempuan sangat sedikit, yaitu bagian ujung dari klitoris atau disebut juga dengan kelentit.

Jika yang dikhitan adalah wanita yang telah dewasa, maka sebaiknya bulu kemaluan dicukur dahulu supaya lebih aman. Kemudian bagian yang akan digunting dan sekitarnya dibersihkan dengan antiseptik lalu dibuka kulit yang menutup klitoris. Setelah klitoris tampak maka bagian yang paling atas dipotong sedikit saja dengan gunting yang sudah steril, setelah itu segera diberi kapas steril. Sebagaimana pada laki-laki, sunat perempuan juga bisa berisiko terjadi infeksi namun prosentasenya lebih kecil dibanding laki-laki karena lukanya hanya sedikit. Infeksi terjadi karena proses khitan yang tidak steril atau pun penanganan yang salah pasca dikhitan. Dengan proses yang benar maka infeksi bisa dihindari. Pada khitan wanita juga disiapkan obat antibiotik dan pereda rasa nyeri jika dibutuhkan.

Setidak-tidaknya ada 2 manfaat yang didapat dari khitan perempuan, yaitu dapat mencerahkan wajah wanita dan menstabilkan syahwatnya supaya tidak terlalu besar. Namun dalam khitan wanita juga tidak diperbolehkan memotong terlalu banyak karena akan melemahkan syahwatnya yang dibutuhkan untuk keharmonisan berumah tangga.

 

Sunat Pada Saat Pria Dewasa: Mungkinkah? Bagaimana?

Berita Medis | Posted by Noor Isa
Oct 04 2011

sunat dewasaTentu kita tidak merasa asing lagi dengan istilah sunat atau yang disebut juga dengan khitan. Dalam agama Islam khitan atau dalam istilah medisnya disebut dengan circumcision diwajibkan bagi setiap laki-laki Muslim dan disukai bagi wanita Muslimah. Khitan pada laki-laki adalah memotong kulit yang paling ujung dari kemaluan laki-laki atau yang disebut juga dengan kulup. Pada umumnya, sunat dilakukan ketika masih anak-anak bahkan sebagian orang tua mengkhitankan anak kali-lakinya ketika masih bayi. Namun bagaimana jika seorang laki-laki belum disunat hingga dewasa, mungkinkah dilakukan? Jawabannya tentu saja bisa selama tidak ada hal-hal yang membahayakan keselamatan seperti menderita hemofilia. Pada dasarnya cara sunat untuk pria dewasa sama seperti sunat pada anak-anak, namun ada beberapa perlakuan yang sedikit berbeda pada sunat dewasa.

Pada sunat dewasa, sebaiknya pengantin sunat memilih dokter bedah supaya lebih aman dan steril karena khitan termasuk operasi kecil yang memungkinkan terjadi infeksi. Selain itu karena pembuluh darah pada kemaluan sudah besar maka dikhawatirkan terjadi pendarahan, sehingga lebih baik ditangani oleh dokter yang berpengalaman. Saat ini ada beberapa cara khitan yang bisa dipilih oleh pengantin sunat, di antaranya adalah cara konvensional, laser, dan klamp. Namun cara yang labih dianjurkan adalah cara konvensional karena lebih aman. Caranya yaitu memotong kulup (kulit paling ujung dari kemaluan pria) lalu melipatnya keluar dan terakhir menjahitnya.

Pada sunat dewasa, sebelum proses sunat dilakukan pengantin sunat harus dipastikan tidak menderita hemofilia atau pun hipospadia yaitu lubang kencing berada di bagian bawah penis. Selain itu perlu juga dilakukan tes pembekuan darah di laboratorium untuk mengetahui kecepatan pembekuan darah. Mencukur bulu kemaluan juga diperlukan untuk menghindari terjadinya infeksi. Setelah selesai disunat, pengantin sunat hendaknya tidak memakai celana yang langsung bersentuhan dengan kemaluan karena akan terasa sakit. Masa pemulihan sunat dewasa memang relatif lebih lama karena luka lebih besar. Namun ada cara tradisional untuk membantu mempercepat pemulihannya, yaitu dengan menggunakan daun sirih. Sebelumnya daun sirih dilemaskan dulu dengan cara mengukus atau merebusnya sebentar, setelah dingin baru dibalutkan pada luka bekas sunat. Selain mengandung minyak atsiri, daun sirih juga berfungsi sebagai antiseptik alami.

Macam-macam Suplemen yang Diberikan Dokter untuk Ibu Hamil

Makanan Sehat, Pengobatan Penyakit | Posted by Noor Isa
Aug 07 2011

suplemen ibu hamilKetika wanita hamil maka mereka membutuhkan nutrisi makanan yang lebih besar daripada ketika belum hamil. Nutrisi makanan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh ibu hamil dan perkembangan janin dalam kandungan. Untuk menambah nutrisi makanan selama hamil yaitu dengan menambah menu makanan kecil di sela-sela makanan pokok. Kekurangan nutrisi akan mengakibatkan terhambatnya perkembangan bayi baik fisik maupun mentalnya. Namun ada sebagian wanita yang mengalami ngidam di awal kehamilannya. Ngidam merupakan rekasi normal yang dirasakan oleh wanita yang hamil terutama di awal-awal kehamilannya, mereka merasa mual, muntah, pusing, dan lemas. Rasa mual ini disebabkan meningkatnya kadar hormon estrogen dan hCG dalam serum darah ibu. Jika keadaannya sudah demikian biasanya ibu yang hamil enggan untuk makan, karena jika perut diisi makanan justru menimbulkan rasa mual dan akhirnya muntah. Oleh sebab itu hendaknya ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter kandungan.

Selain menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat, protein, dan lemak biasanya bidan atau dokter akan memberikan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Ada beberapa suplemen makanan yang biasanya diberikan untuk ibu yang sedang hamil, di antaranya adalah:

1. Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi (Fe) yang dapat membantu pembentukan sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan zat nutrisi makanan bagi ubu dan janin. Biasanya bidan atau dokter akan memeriksa kadar hemoglobin dalam darah tiap dua pekan sekali untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami anemia atau tidak. Kekurangan zat besi dapat menghambat perkembangan tubuh dan sel otak bayi, lahir prematur, anemia pada bayi yang dilahirkan, pendarahan setelah melahirkan, rentan infeksi, abortus, cacat bawaan, bayi lahir dengan berat badan kurang, bahkan kematian janin.TTD mengandung 200 mg ferrosulfat yang setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Tablet Tambah Darah diminum satu tablet tiap hari di malam hari selama 90 hari berturut-turut, karena pada sebagian ibu yang hamil merasakan mual, muntah, nyeri pada lambung, diare, dan susah buang air besar. Usaha lain untuk menambah asupan zat besi adalah daging segar, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran segar yang berwarna hijau tua.

2. Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi bayi, jika asupan kalsium kurang maka kebutuhan kalsiun diambil dari tulang ibu. Kebutuhan akan kalsium bagi ibu hamil adalah 950 mg tiap harinya. Asupan Kalsium bisa didapat dari minum susu, ikan, udang, rumput laut, keju, yoghurt, sereal, jus jeruk, ikan sarden, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayur yang berwarna hijau gelap.

3. Selain TTD dan kalsium, vitamin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu yang hamil. Beberapa vitamin ibu hamil yang dibutuhkan adalah vitamin C (80 mg) yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi, vitamin A (6000 IU), vitamin D (4 mcg). Vitamin ini dapt diperoleh dari cabe merah, mangga, pepaya, wortel, ubi, aprikot, dan tomat.

Yang perlu diingat adalah dalam mengkonsumsi suplemen makanan untuk ibu yang hamil tidak boleh berlebihan, karena justru tidak baik untuk kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.