Barangkali Anda pernah mengalami nyeri pada malam hari ataupun ketika bangun pagi. Bahkan sendi yang mengalami nyeri terlihat bengkak, kemerahan dan rasanya panas. Jika gejala ini pernah Anda alami, maka penyakit asam urat telah hadir di kehidupan Anda. Asam urat yang merupakan sisa metabolisme zat purin sebenarnya berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi sehari-hari. Normalnya zat ini kita keluarkan melalui kotoran (feses) dan urin adakalanya tidak mampu dikeluarkan oleh ginjal.
Akibatnya kadar yang terkandung menjadi meningkat di dalam tubuh, dan menumpuk di daerah persendian sehingga timbullah bengkak dan nyeri di persedian. Namun ada kemiripan antara gejala yang ditimbulkan oleh rematik dengan asam urat, sehingga tidak jarang ada orang yang mengatakan gejala nyeri di persendian dengan rematik asam urat. Asam urat belum tentu menyebabkan rematik, karena rematik disebabkan oleh kerapuhan tulang dan imunitas tubuh seseorang. Namun ada juga kasus yang terjadi penyakit ini disertai dengan rematik (rematik asam urat).
Pastinya kita tidak ingin berlama-lama dalam keadaan tidak menyenangkan ini. Langkah terbaik adalah dengan mencari obat untuk mengatasinya. Obat asam urat dimaksudkan untuk menormalkan kadar zat ini di dalam tubuh. Kadar normal untuk wanita adalah 2,4 hingga 6. Sementara untuk pria adalah 3,0 hingga 7. Selain harus mengkonsumsi obat untuk menormalkan kembali kadar ini, para penderita juga sedapat mungkin mengontrol makanan yang akan dikonsumsi. Namun untuk Anda yang sudah terkena gejala penyakit yang satu ini, Anda bisa manfaatkan daun salam sebagai obat alami, dengan merebus dan meminum air rebusannya.
Penyakit asam urat erat kaitannya dengan makanan. Ada makanan yang sedapat mungkin kita hindari apabila di tubuh kita sudah berpotensi terkena penyakit ini. Bila nyeri sudah sangat menyakitkan, sedapat mungkin Anda tidak mengkonsumsi makanan seperti jeroan, hati, ginjal, limfa, usus, paru, babat, makanan laut dan kerupuk emping yang umumnya mengandung banyak purin. Makanan sumber karbohidrat, tetap bisa Anda konsumsi seperti biasa, hanya dalam pemilihan lauknya saja yang perlu diperhatikan. Penderita penyakit ini sangat dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan akan mineral di dalam tubuh, dengan mengkonsumsi air putih minimal 2 liter per hari. Hal ini untuk membantu pengeluaran zat purin melalui air seni dan mencegah terjadinya penumpukan di ginjal ataupun kantung kemih.

tolong donk penangkal purin itu apa ya?