Mengurangi Jet Lag
Rasanya ngatuk tapi tidak bisa tidur. Kesal, mau marah dan konsentrasi juga berkurang. Inilah sebagian “oleh-oleh” yang dibawa mereka yang baru pulang dari bepergian jauh dengan pesawat terbang. Dengan makin majunya teknologi penerbangan, memungkinkan tempat yang sangat jauh di tempuh dalam beberapa jam saja. Jarak yang memisahkan antar benua dapat dipersingkat dengan waktu sesaat.
Meskipun jarak dapat dipersingkat dengan kecepatan jelajah pesawat ternyata ada siklus biologis dalam tubuh yang belum bisa menerima irama ritmik fisiologiknya. Sehingga penerbangan jauh lintas benua sering menimbulkan sindroma jet lag.
Jet lag merupakan keadaan dimana seseorang mengalami ketidak seimbangan siklus bioritmis. Hal ini terjadi karena berpindah dari tempat yang memiliki perbedaan waktu sekitar tujuh jam secara mendadak, seperti para pengguna jasa penerbangan udara, terutama pada penerbangan continental ( lintas benua )
Sindroma jet lag biasanya menimbulkan keluhan beragam. Gangguan siklus bangun tidur merupakan keluhan yang paling menonjol di antara keluhan lainnya. Gejala penyerta lain di antaranya kelelahan mental dan fisik yang dapat menurunkan produktivitas. Mereka juga sering merasa kenyang terus, sehingga nafsu makan nya menjadi berkurang . mata terasa berat danletih yang menyebabkan mata mudah mengalami kelelahan.
Gangguan lainnya, keluhan pada perut dan penurunan konsentrasi.
Meskipun sindroma ini tidak sampai menimbulkan akibat yang fatal dan membahayakan, namun dapat mencetuskan kambuhnya peyakit tertentu , baik penyakit biologis, psikologis maupun psikiatris.
Sehingga sindroma ini dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan daya penalaran. Akibatnya tentu dapat mengganggu kerja rutin sehari-hari terutama pada hari pertama kedatangan karena itu dianjurkan untuk tidakmembuat keputusan penting pda hari pertama kedatangan setelah terbang cukup jauh dan lama.
MENGGESER RITME BIOLOGIS
Meskipun sindroma ini hanya terjadi stu tu dua hari pertama sesudah menjalani penerbangan jauh, tetapi dirasa cukup engganggu. Akibat yang ditimbulkan akan terlihat terutama bagi para pengambil keputusan, professional dan orang-orang bisnis,karena akan menurunkan tingkat ketelitiannya.
Sindroma jet lag juga dapat menyerang para kru pesawt. Dengan demikian para air crew membutuhkan waktu untuk mendapatkan tingkat pemulihan kesehatan, kebugaran dan kesempatan bagi tugas penerbangan berikutnya.
Secara ekonomis, ini merupakan suatu kerugian financial yang amat besar, karena menurut organisasi penerbangan sipil international, setiap tahunnya hampir lebih seperlima miliar manusia memanfaatkan berbagai jasa penerbangan dalam jarak jauh lintas benua.
USAHA RESINKRONISASI
Sindroma jet lag terjadi karena irama fisologis tubuh tidak segera siap memasuki ritme biologis yang mendadak sedangkan ritme biologis sangat dipengaruhi jam biologis. Sehingga berakibat timbulnya keluhan dan gangguan yang berhubungan dengan siklus bangun dan tidur. Ritme biologis lebih sering di kenal dengan ritme sirkadian, berlangsung selama satu hari, ritme biologis itu di antaranya seperti irama bangun tidur , serta keseimbangan hormonal.
Irama biologis tidal selalu berlangsung sepanjang 24 jam seperti pada jam dalam ukuran hari. Tiap orang untuk berbagai wilayah waktu tertentu biasanya memiliki irama sirkadian yang bervariatif, tetapi secara umum biasanya 25 jam.
Meskipun ada perbedaan 1 jam antara irama biologis dengan sirkadian , tetapi ternyata tubuh dapat beradaptasi secara baik. Artinya, adaptasi yang masih dapat di tolerir adalah penyesuaian yang tidak mencapai ukuran yang jauh, mencolok dan mendadak.
Jika siklus dan irama biologis berubah secara mendadak,jam biologis tubuh pun tidak akan mampu menyesuaikan diri lagi. Misalnya saja kalau siang hari di balik menjadi malam hari, perubahan mendadak inilah yang menyebabkan sindroma jet lag tadi.
Dengan perbedaan waktu seperti itu tentunya akan di ikuti pula dengan sederet kesenjangan lainnya. Kesenjangan terjadi karena perbedaan antara ritme biologis dengan waktu local pada tempat tujuan. Akibatnya tubuh berusaha mengadakan adaptasi dan resinkronisasi.
Ini bertujuan agar dapat mengatasi keadaan disharmoni tersebut, baik yang menyangkut kondisi fisik maupun psikisnya. Kondisi rsinkronisasi inilah yang secara umum di kenal dalam dunia penerbangan sebagai sindroma jet lag.
Mengingat perbedaan waktu antara daerah asal dngan lokasi tujuan , penderita sindroma jet lag akan mengalami keadaan seperti mengantuk yang berat pada siang hari , tau sebaliknya, yakni tetap terjaga sampai larut malam.
Pada penerbangan kearah timur , misalnya dari Indonesia ke wilayah amerika serikat, orang asia biasanya akan merasakan keterlambatan dalam terik matahari, akibatnya mereka akan merasakan siklus tidur yang lebih pendek dan terputus-putus jika dibanding dengan di tempat asalnya. Sehingga , istirahatnya menjadi terganggu dan menimbulkan ketidak segaran dalam penampilan fisiknya.
Penerbangan kearah timur menyebabkan waktu biologis di percepat atau di majukan , disesuaikan dengan kondisi waktu setempat . Dengan tidak adanya signal waktu karena perbedaan waktu tadi , ritme biologis malah cenderung di perlambat. Akibatnya pada penerbangan kearah timur basanya menmbulkan keluhan jet lag yang lebih berat dibandingkan dengan penerbangan ke arah barat sedangkan pada penerbangan ke arah sebaliknya, yaitu dari timur ke barat hanya akan menimbulakan gejala jet lag yang ringan saja, sehingga sinkronisasi yang diperlukan yang relative cepat.
Untuk membantu adaptasi dan resinkronisasi dengan waktu di tempat tujuan , coba biasakan kegiatan tertentu di sesuaikan dengan waktu tempat tujuan jika akan pergi kearah timur, cobalah bangun dan tidur lebih awal, setidaknya satu minggu secara rutin sebelum keberangkatan. Sedangkan jika akan melakukan penerbangan ke arah barat, cobalah malam hari melakukan suatu aktivitas sampai agak larut , untuk menunda jam tidur.
Sesampainya di tempat tujuan cobalah beristirahat secukupnya untuk mengganti kekurangan tidur selama penerbangan dan berusahalah memulai dengan jadwal tidur yang disesuaikan denagn waktu setempat.




