Khitanan atau disebut sunat biasanya dilakukan oleh pria. Umumnya dilakukan pada usia masih anak yakni mulai dari 10 tahun yang menandakan anak telah memasuki masa akil balik. Sunat sebenarnya adalah memotong atau membuang kulit penutup depan dari penis. Efek postitif atau tujuan utamanya adalah supaya organ kelamin pria lebih bersih dan terhindar dari kotoran yang mungkin melekat pada kulit tersebut.
Hubungan antara seks dan sunat memang masih diteliti lebih jauh. Baru-baru ini hasil penelitian efek sunat terhadap seksualitas menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang sangat signifikan antara orang yang disunat dan tidak terhadap kegiatan seksual, ereksi maupun ejakulasi. Namun memang, pada kebanyakan orang dirasakan ada efek sunat terhadap seksualitasnya.
Salah satunya sunat menyebabkan peningkatan lamanya ejakulasi dan menghindari ejakulasi dini. Hal ini terjadi karena saat disunat, tekstur penis menjadi lebih kasar dan sensitifitas sedikit berkurang sehingga ejakulasi bisa lebih lama dan bisa lebih memuaskan pasangan saat berhubungan intim. Pada beberapa pria, efek sunat terhadap seksualitas dirasa menguntungkannya. Hal ini karena manfaatnya yang membuat penis menjadi lebih bersih, tidak mudah terkena iritasi dan tidak mudah lecet pada saat terjadi gesekan saat berhubungan.
Efek sunat terhadap seksualitas juga bisa berdampak bagi pasangan wanitanya. Sunat akan mencegah penumpukan kotoran berwarna putih yang sering disebut smegma. Kotoran ini sebenarnya tidak berbahaya bagi pria namun bisa berbahaya bagi pasangan wanitanya yang melakukan hubungan seks. Kotoran tersebut bisa masuk ke dalam rahim dan menyebabkan gangguan, infeksi pada rahim bahkan kanker serviks. Oleh sebab itu,sunat akan memberikan rasa lebih aman saat melakukan hubungan seks bagi kedua pihak. Sunat juga akan mengurangi kemungkinan penularan bibit penyakit seksual seperti penyakit kelamin HIV dan penyakit kelamin lainnya.
Tidak hanya efek positif, khitanan juga memiliki dampak negatif. Efek negatif khitanan terhadap seksualitas adalah memungkinkan luka pada organ pria. Pada saat sunat atau pemotongan, bisa saja ujung syaraf ikut terpotong. Akibatnya bisa menyebabkan luka dan ereksi yang tidak menyenangkan akibat benang setelah disunat. Selain itu, akibat sunat sensitivitas penis sedikit berkurang karena kepala penis terbuka langsung dengan udara sehingga lebih terasa kering. Namun meski demikian, nyatanya efek negatif khitanan tidak dirasa sebagai masalah besar bagi kebanyakan pria dewasa. Banyak pria tetapi memilih untuk disunat entah karena alasan kesehatan atau agama.
