Cegah Kanker Rahim
Sebenarnya tindakan pencegahan kanker rahim tidak sulit. Khusus untuk kanker leher rahim, dengan cara menjauhi factor resiko yang sudah kita bahas tadi bisa mengurangi resiko kita terkena penyakit tersebut.
Sedangkan untuk kanker indung telur, biarpun kita sudah hidup sehat dan jarang sakit, kita masih bisa terkena penyakit satu ini. Apalagi jika ibu, kakak perempuan, nenek dan tante kita ada yang terkena kanker ovarium dan badan rahim. Factor keturunan cukup berpengaruh pada kedua jenis kanker ini.
Memang dalam hal ini, dalam kajian seorang spesialis pun , bisa jadi kanker tersebut tidak terdeteksi di awal dan sudah menyebar ke paru-paru. Tapi tidak usah khawatir atau terlalu cemas. Anda bisa melakukan tes darah CA 125 yang bisa mendeteksi kanker di indung telur.
Sedangkan untuk kanker badan rahim, relative sering sudah ditemukan dalam stadium awal. Namun tetap tidak tertutup kemungkinan sudah di stadium 2 ke atas dan sudah menyebar. Minimal begitu sudah melakukan aktivitas seksual, lakukanlah screening.
Memang kemungkinan besar dokter tidak bisa langsung mengetahuinya, tetapi kita jadi tahu ‘posisi’ kita, apakah kita punya resiko tersebut atau tidak , sehingga bisa diberikan langkah-langkah berikutnya.
Sebaggai cewek yang masih virgin alias belum pernah melakukan aktivitas seksual boleh-boleh saja lega karena bebas kanker leher rahim. Tetapi bukan berarti anda harus tidak perduli sama sekali. Wanita yang lajang tetap perlu mencermati pola haidnya.
Begitu haidnya sakit tidak teratur, atau ada pendarahan di luar masa haid, perlu konsultasi ke ginekolog. Sekalilagi penting sekali untuk mencatat tanggal haid kita secara teratur , agar kita cepat tahu kalau ada yang kurang beres.




