Ketika wanita hamil maka mereka membutuhkan nutrisi makanan yang lebih besar daripada ketika belum hamil. Nutrisi makanan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh ibu hamil dan perkembangan janin dalam kandungan. Untuk menambah nutrisi makanan selama hamil yaitu dengan menambah menu makanan kecil di sela-sela makanan pokok. Kekurangan nutrisi akan mengakibatkan terhambatnya perkembangan bayi baik fisik maupun mentalnya. Namun ada sebagian wanita yang mengalami ngidam di awal kehamilannya. Ngidam merupakan rekasi normal yang dirasakan oleh wanita yang hamil terutama di awal-awal kehamilannya, mereka merasa mual, muntah, pusing, dan lemas. Rasa mual ini disebabkan meningkatnya kadar hormon estrogen dan hCG dalam serum darah ibu. Jika keadaannya sudah demikian biasanya ibu yang hamil enggan untuk makan, karena jika perut diisi makanan justru menimbulkan rasa mual dan akhirnya muntah. Oleh sebab itu hendaknya ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter kandungan.
Selain menganjurkan untuk memenuhi kebutuhan akan karbohidrat, protein, dan lemak biasanya bidan atau dokter akan memberikan suplemen makanan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Ada beberapa suplemen makanan yang biasanya diberikan untuk ibu yang sedang hamil, di antaranya adalah:
1. Tablet Tambah Darah (TTD) yang mengandung zat besi (Fe) yang dapat membantu pembentukan sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan zat nutrisi makanan bagi ubu dan janin. Biasanya bidan atau dokter akan memeriksa kadar hemoglobin dalam darah tiap dua pekan sekali untuk mengetahui apakah ibu hamil mengalami anemia atau tidak. Kekurangan zat besi dapat menghambat perkembangan tubuh dan sel otak bayi, lahir prematur, anemia pada bayi yang dilahirkan, pendarahan setelah melahirkan, rentan infeksi, abortus, cacat bawaan, bayi lahir dengan berat badan kurang, bahkan kematian janin.TTD mengandung 200 mg ferrosulfat yang setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Tablet Tambah Darah diminum satu tablet tiap hari di malam hari selama 90 hari berturut-turut, karena pada sebagian ibu yang hamil merasakan mual, muntah, nyeri pada lambung, diare, dan susah buang air besar. Usaha lain untuk menambah asupan zat besi adalah daging segar, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran segar yang berwarna hijau tua.
2. Kalsium merupakan zat yang dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan gigi bayi, jika asupan kalsium kurang maka kebutuhan kalsiun diambil dari tulang ibu. Kebutuhan akan kalsium bagi ibu hamil adalah 950 mg tiap harinya. Asupan Kalsium bisa didapat dari minum susu, ikan, udang, rumput laut, keju, yoghurt, sereal, jus jeruk, ikan sarden, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayur yang berwarna hijau gelap.
3. Selain TTD dan kalsium, vitamin juga diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu yang hamil. Beberapa vitamin ibu hamil yang dibutuhkan adalah vitamin C (80 mg) yang berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi, vitamin A (6000 IU), vitamin D (4 mcg). Vitamin ini dapt diperoleh dari cabe merah, mangga, pepaya, wortel, ubi, aprikot, dan tomat.
Yang perlu diingat adalah dalam mengkonsumsi suplemen makanan untuk ibu yang hamil tidak boleh berlebihan, karena justru tidak baik untuk kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.




