Kendati tak pernah diharapkan, wanita tak jarang mengalami berbagai penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksinya. Penyakit itu di antaranya kanker rahim atau kanker mulut rahim, fibroid (tumor jinak pada rahim), dan endometriosis (kelainan akibat dinding rahim bagian dalam tumbuh pada indung telur, tuba falopi, atau bagian tubuh lain, padahal seharusnya hanya tumbuh di rahim).
Penyakit-penyakit tersebut sangat membahayakan bagi seorang wanita, bahkan dapat mengancam jiwanya. Karena itu, perlu tindakan medis untuk mengatasinya. Dalam hal ini, tindakan medis yang harus dilakukan adalah histerektomi.
Apa itu histerektomi? Histerektomi ialah operasi pengangkatan rahim dan uterus (kandungan) yang dilakukan pada seorang wanita sebagai jalan keluar bagi yang bersangkutan dalam mengatasi penyakit-penyakit di atas. Akibat dari histerektomi ini, si wanita tidak bisa hamil lagi dan berarti tidak bisa pula mempunyai anak lagi.
Ada 4 tingkatan histerektomi, yaitu:
- Histerektomi subtotal (parsial). Pada tingkatan histerektomi ini yang diangkat hanya rahim saja, sedangkan serviks (mulut rahim), tuba falopi (saluran yang menghubungkan rahim dengan ovarium), dan ovarium dibiarkan apa adanya. Dengan operasi yang demikian ini, si wanita masih bisa mengalami kanker mulut rahim, karena itu perlu pemeriksaan rutin terhadap leher rahim.
- Histerektomi total. Tingkatan histerektomi ini mengharuskan pengangkatan rahim dan mulut rahim, sedangkan tuba falopi dan ovarium tidak diangkat.
- Histerektomi total dan salpingo-ooforektomi bilateral. Pada tingkatan histerektomi ini rahim, serviks, tuba falopi, dan ovarium diangkat.
- Histerektomi radikal. Tingkatan histerektomi ini mengangkat rahim, kelenjar limfe (getah bening) di sekitar rahim dan uterus, serviks, bagian atas vagina, dan sedikit jaringan lunak dari dalam panggul.
Dalam melakukan histerektomi, ada 2 prosedur histerektomi yang bisa ditempuh, yaitu histerektomi melalui perut dan histerektomi melalui vagina. Histerektomi melalui perut dilakukan dengan sayatan seperti pada bedah cesar, yakni berupa sayatan melintang. Sedangkan histerektomi melalui vagina ditempuh dengan sayatan pada bagian atas vagina.
Kedua prosedur histerektomi ini biasanya dipilih berdasarkan diagnosa penyakit, juga berdasarkan pengalaman dan kecenderungan ahli bedah. Namun demikian, prosedur histerektomi melalui vagina memiliki risiko yang lebih kecil dan waktu pemulihan yang lebih cepat dibanding prosedur histerektomi melalui perut.

Virus H5N1 dikenal sebagai virus flu burung merupakan penyebab epidemik pada makhluk non manusia. Selain itu virus ini juga bisa menginfeksi binatang di area yang luas dari berbagai spesies. Virus ini pertama sekali ditemukan pada tahun 1959 di Skotlandia yang telah membunuh sekawanan ayam di sana. Namun virus flu burung yang pertama sekali ditemukan ini berbeda dengan virus yang ada pada saat sekarang ini, dimana telah berevolusi sehingga menghasilkan gen tipe Z.

