Khitan atau yang sering disebut juga dengan sunat merupakan suatu tindakan medis dengan cara memotong ujung kemaluan laki-laki. Sunat memiliki manfaat yang banyak, salah satunya adalah menghindari terjadinya infeksi akibat saluran yang tersumbat. Bila laki-laki tidak disunat, maka kotoran yang keluar bersama air kencing tidak dapat keluar semua sehingga beresiko menjadi tempat berkembangnya kuman. Sebenarnya sunat tidak hanya untuk kaum Adam saja, tapi juga bagi kaum Hawa.
Tetapi sunat bagi laki-laki lebih ditekankan karena tujuan sunat laki-laki berbeda dengan sunat pada perempuan. Sunat pada perempuan bertujuan untuk menstabilkan syahwatnya. Sunat yang dalam bahasa medisnya disebut dengan circumsisi telah ada sejak zaman nabi Ibrohim. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, cara sunat pun berkembang dari waktu ke waktu dan kita mengenalnya dengan sunat modern. Sedangkan cara sunat konvensional dikenal dengan sunat tradisional.
Dalam sunat tradisional yang dilakukan adalah memotong ujung kemaluan laki-laki yang disebut dengan kulup. Zaman dahulu cara memotongnya dengan pisau atau bambu yang diruncingkan dan tanpa dibius. Tetapi cara ini sudah ditinggalkan karena ada cara yang lebih baik. Kalau sekarang sunat tradisional sudah menggunakan obat bius untuk mengurangi rasa sakit. Pada prinsipnya sama yaitu memotong kulup, tetapi ada juga yang tidak memotongnya tetapi kulup digunting lalu dilipat ke luar sehingga lubang terbuka.
Sunat tradisional bisa dilakukan pada orang dewasa, anak-anak, bahkan bayi. Untuk sunat modern ada beberapa cara yang bisa dipilih antara lain smart clamp, laser, flashcutter, dan lain-lain. Masing-masing metode sunat modern memiliki keunggulan masing-masing, yang paling banyak diunggulkan adalah pada sunat modern ini tidak memerlukan jahitan, tanpa pendarahan, dan pemulihan cepat. Namun beberapa dokter berpendapat cara yang paling baik adalah cara tradisional bagi orang dengan kesehatan yang baik dan tidak berpenyakit selama cara khitannya benar dan higienis.
Untuk mencari tempat khitan tidak perlu pusing-pusing, pasien bisa langsung datang ke puskesmas, klinik, rumah sakit, atau rumah sunatan yang kini banyak dijumpai. Tidak ada salahnya jika kita lebih memilih rumah sunatan, asalkan kita yakin petugasnya adalah orang yang memang ahlinya.




