Kadar glukosa dalam darah dapat diketahui dengan menjalani cek darah. Hasil tes darah dapat menunjukkan apakah kadar glukosa dalam tubuh anda tinggi atau rendah. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat mengindikasikan seseorang mengidap Diabetes melitus. Penyebab meningkatnya glukosa darah adalah kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak bekerja dengan baik.
Setelah dilakukan tes darah dan diketahui bahwa orang itu menderita Diabetes mellitus, biasanya dokter akan memberikan resep obat untuk mengontrol glukosa darah dalam tubuhnya. Akan tetapi, selain mengkonsumsi obat, penderita Diabetes dapat melakukan usaha menurunkan glukosa darahanya dengan cara menerapkan pola hidup sehat.
Pola hidup sehat yang dimaksud meliputi pemilihan asupan makanan, seperti tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat dan memperbanyak asupan makanan yang mengandung serat. Kandungan gizi dalam makanan juga harus diperhatikan agar semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh dapat dipenuhi. Penggunaan suplemen dianjurkan bagi mereka yang kekurangan zat gizi tertentu.
Selain mengatur asupan makanan, cara lain untuk menurunkan glokosa darah ialah dengan berolah raga secara teratur, mengontrol berat badan, serta beristirahat dan tidur cukup. Keberhasilan seseorang dalam mengontrol gula darah dalam tubuhnya sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesabaran menjalani pola hidup yang sehat. Cek darah sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mengetahui apakah usaha kita berhasil dan glukosa darah dalam tubuh kita normal.
Penelitian terhadap berbagai jenis tanaman dan bahan lain untuk mengatasi masalah diabetes mellitus sudah sering dilakukan oleh suatu badan dengan fasilitas laboratorium terlengkap yang dimilikinya. Sejauh ini sudah banyak jenis tanaman maupun bahan lain yang diketahui bermanfaat mengurangi glukosa darah.
Bahan-bahan tersebut diantaranya ialah sirih merah, kayu manis, gymnema sylvestre, magnesium, prickly pear cactus (daging buah kaktus), gamma-linolenic acid (asam linoleat gamma), bilberry, alpha-lipoic acid (asam alpha lopoic), fenugreek, chromium, pare, buah belimbing, bawang putih dan rimpang kunyit, bawang Bombay, serta Ginseng.
